Linkedin Instagram

Pages

  • Home
  • About
  • Contact

SEVY KUSDIANITA

let me tell you a story, about you and me falling in love deeply

aku suka aroma air menyentuh tanah kering
aku suka geletuk air mengetuk atap
aku suka duduk di dekat jendela
menikmati tetes-tetes hujan
menikmati dinginnya kaca karena embun
bersamamu dan secangkir kopi yang menemani kita
aku suka genggaman erat tanganmu yang menghangatkanku
seakan memberikan setitik hangatnya matahari ke dalam hatiku
dan aku suka mendengarkan suaramu, menceritakan suatu kisah
di tengah suara hujan yang berisik
dan kini aku menggenggam tanganmu ketika kau jenuh
ketika kau terluka
dan ketika kau menangis
aku menarikmu ke tengah derai hujan, dan berkata
'mari menari bersama hujan,'
dan aku pun melihatmu tertawa
dan aku suka melihat tawa itu





*Ini tulisan lama, hanya ingin berbagi lagi.
*Ingatlah, tanganku selalu menggenggam tangamu jika kau membutuhkannya.
December 10, 2011 No comments
"Seberapa penting aku?"
Itu adalah pertanyaan yang sangat kekanakan. Tapi aku mempertanyakannya.

"Siapa aku bagimu?"
Seakan aku tak percaya padamu bahwa aku berarti. Tapi aku masih saja mempertanyakannya.

"Aku lelah dengan semua orang yang memanfaatkanku"
Aku mengeluh, lagi dan lagi. Ini kekanakan bukan?

"Aku ingin dirindukan tanpa alasan"
Tapi alasan itu selalu ada disetiap hal bukan? Aku bodoh kalau menginginkan itu.

Lalu kau berkata,
"Hentikan pertanyaan-pertanyaan bodohmu itu. Kau penting."

Aku menangis tanpa suara dan air mata. Agar kau tak pernah tahu bahwa aku bersyukur mendengarnya.
December 10, 2011 No comments
"Aku lupa bagaimana rasanya dirindukan.
Dirindukan tanpa alasan, ditunggu tanpa alasan.
Aku lupa rasanya."
December 08, 2011 No comments
Pena ini menggoreskan cerita aku dan kamu
menuliskan setiap pertemuan
menggoreskan setiap rindu yang tak terbaca
membisikkan setiap cinta yang tak terungkapkan

Pena ini menggoreskan cerita aku dan kamu
menuliskan setiap perpisahan
saat aku memandang dirimu yang semakin jauh
membisikkan pada angin agar kau tahu aku menunggumu

Pena ini menggoreskan cerita aku dan kamu
menuliskan penantian
melukiskan jarak yang tak pasti
menggambarkan takdir yang masih diambang keniscayaan

Aku ingin kau tahu
bahwa aku tak harus menunggu keretaku lagi
bahwa aku sudah memiliki tiket sekali jalan
tiket pulang kepadamu
December 08, 2011 No comments
Sebuah jalan, lebar dan penuh batu. Kadang lumpur yang tergenang akibat hujan
Kadang mulus, kadang sangat terjal.
Merah, putih, kuning, dan hijau.
Akan sangat memukau jika terjalin bersama.
langit itu menakjubkan jika warna-warna itu berkesinambungan. membentuk dimensi lain yang mungkin ingin kutapaki
tapi tidak di jalan itu.
warna-warna itu berjalan sendiri-sendiri, menantang dan membebat satu sama lain.
kusut dan penuh lumpur. aku tak suka, aku jijik melihatnya.
lalu bagaimana ini? siapa yang akan merapikannya?
menjadikan warna-warna yang rapi dan indah
hingga aku terpukau lagi.
jalan itu berbatu
jalan itu berlumpur
tapi mungkin masih ada asa untuk menjadikannya seperti tangga pelangi

*untuk semua orang yang menapak jalan itu
*untuk sahabatku yang peduli untuk menjadikan jalan itu jalan terindah bagi hidupnya
December 06, 2011 No comments
Aku menulis, satu huruf atau dua.
Aku menulis, namamu dan namaku
dalam satu lembar kertas kehidupan yang bernafaskan cinta
aku menulis kita
Aku menulis, satu kata atau dua
tentang kau, tentang aku, dan tentang kita
saat saling memberikan cinta pada masing-masing jiwa
mengisi setiap spasi dan setiap helaan nafas
Aku menulis, satu kata atau dua
tentang kebencian kita
saat kita mencoba saling membunuh
menghabisi jiwa satu sama lain
Aku menulis, satu kalimat atau dua
tentang air mata dan tawa
saat kita saling menertawakan kebodohan kita,
saat kita saling menertawakan kebencian kita
saat kita sadar ketika kita akan membunuh satu sama lain


Aku menulis cinta, kita bercerita tentang cinta

*untuk semua orang yang selalu memelukku dan mengisi spasi diantara jemariku.
November 15, 2011 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me




a wanderer, in a past time and to the future
a reader, who suddenly stop to laughing or crying
once an editor, who loves to read so much


Blog Archive

  • ▼  2018 (4)
    • ▼  September (2)
      • Aruna dan Lidahnya: Film yang Bikin Laper tapi Ngg...
      • Berhenti Menjadi 'Normal'
    • ►  August (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  March (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  November (2)
    • ►  June (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  March (3)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (4)
    • ►  November (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (3)
    • ►  March (6)
    • ►  February (1)
    • ►  January (4)
  • ►  2012 (41)
    • ►  December (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (4)
    • ►  May (6)
    • ►  March (6)
    • ►  February (3)
    • ►  January (8)
  • ►  2011 (42)
    • ►  December (13)
    • ►  November (5)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (2)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  August (1)
    • ►  April (4)
    • ►  January (2)
  • ►  2009 (10)
    • ►  July (1)
    • ►  May (9)
  • ►  2008 (4)
    • ►  September (1)
    • ►  July (3)

Pageviews

Cuap-Cuap

Tweets by SevyKusdianita

Created with by ThemeXpose