Linkedin Instagram

Pages

  • Home
  • About
  • Contact

SEVY KUSDIANITA

let me tell you a story, about you and me falling in love deeply

How Close. Tentang seberapa dekat. Dekat memang, seperti menyatu dengan darah, seperti menyatu dengan nadi.
Mendengarkan dan didengarkan, memahami dan dipahami, membutuhkan dan dibutuhkan.
Jantungku dan jantungmu, berdetak dengan irama yang sama dan interval yang sama.
Mengingatkan tentang kontinuitas. Kesinambungan.
Seperti detak jantung, selalu ada dan berkesinambungan. Tetap pada interval yanig sama.
Namun jika suatu hari tidak seperti itu, bukankah rasa sakit yang ada?
Ya, saat ini jantungku tidak berdetak pada intervalnya. Aku tak pernah tahu terlalu cepat atau terlalu lambat.
Ah, aku tak pernah sempat mengetahuinya. Hanya saja tiba-tiba aku terkejut dan merasa sakit.
Apa kau juga merasa begitu, saat jeda itu terbentuk, saat spasi itu tiba-tiba melebar.
Aku dan kau ibarat arsitek dalam sebuah robot kehidupan. Mengatur segalanya.
Hanya saja aku tak pernah benar-benar tahu, apakah aku arsitek utama atau hanya asisten arsitek bagimu.
Aku masih mencari cara menjaga jantung ini tetap berdetak pada irama dan intervalnya, mengalirkan darah yang volumenya sama pada nadi, mengalirkan oksigen yang sama pada paru-paru dan otak, agar aku tak perlu sakit lagi saat kau membentuk sesuatu yang tak pernah ada dan membuatku terkejut.
Kontinuitas, nyatanya itu yang aku butuhkan. Membentuk suatu kesinambungan dalam proyek kehidupan kita. Supaya jantungku benar-benar tak berhenti berdetak.
December 28, 2011 No comments
untukmu, aku bangga
melihatmu kukuh dengan jalan yang kau pilih
melihatmu berjuang demi kemuliaan
aku bangga

melihatmu menapak tangga itu
aku bangga
kau... aku bangga padamu

*untukmu yang kuberi salah satu favoritku
December 25, 2011 No comments
Harus ada spasi untuk bisa dibaca
Harus ada jeda untuk bisa dipahami
Tapi haruskan pergi untuk bisa diinginkan dan dibutuhkan?

Saat kau melepaskanku, aku takut
Takut jika kamu tak akan menarikku lagi

Saat kau menarikku lagi ke duniamu, aku takut
Takut kalau kamu melepaskanku lagi, meninggalkan semua yang telah ku miliki

Aku ingin bergeming saat ini, menikmati keegoisan diri
Menunggu bom waktu meledak,
meledakkan semua rasa egois yang ada

Aku cukup tahu bahwa aku berarti
dan kamu pun cukup tahu bahwa kamu berarti

Hanya tinggal menunggu, menikmati keegoisan diri
melihat apa yang akan terjadi
December 25, 2011 No comments
"Ketika dirindukan tanpa alasan, ketika diinginkan hadirmu tanpa alasan.
Pada saat itulah kau merasa hadirmu didunia ini memiliki makna
Pada saat itulah kau begitu dicintai, dicintai sepenuh hati."


(Sevy, 2011)
December 13, 2011 No comments
Tak cukup rasanya jika hanya memakai pensil untuk melakukannya
Bahkan krayon atau cat minyak yang berwarna-warni pun tak mampu mewakili
Melukiskan kamu itu perlu kerja keras
Perlu menatapmu untuk tahu bagaimana bentukmu
Perlu menyentuhmu untuk tahu teksturmu
Perlu memelukmu untuk tahu kesempurnaan hangatnya suhu tubuhmu
dan perlu darah untuk merasakan sakitnya tak ada kamu.

Mari sini, biarkan aku melukis kamu dalam lukisan hidupku.
December 11, 2011 No comments
Theatre itu gedung bioskop. Di mana film-film terbaru diputar dan saling berlomba menuju tangga box office.
Tapi bagiku tempat itu mengandung keajaiban.
Aku suka ke sana, sendiri atau bersama teman-teman.
Tapi entah mengapa, akhir-akhir ini aku suka pergi nonton sendiri. Apalagi jika keadaan hati ini sedang tidak menentu.
Bagiku tempat itu tempat untuk tertawa, menangis, menghujat, dan berpikir yang paling oke.
Tapi akhirnya aku menemukan alasan mengapa aku suka nonton sendirian.
Karena aku ingin menangis tapi tidak sendiri namun tidak diketahui orang lain.
Saat menangis di sana, aku lega.
Ada orang lain disampingku, meskipun asing.
Setidaknya aku tidak sendiri bukan.
Ini terapi baru.
Dan ku mohon, jangan menghakimi terapiku ini.
Karena aku sedang menikmatinya.
December 10, 2011 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me




a wanderer, in a past time and to the future
a reader, who suddenly stop to laughing or crying
once an editor, who loves to read so much


Blog Archive

  • ▼  2018 (4)
    • ▼  September (2)
      • Aruna dan Lidahnya: Film yang Bikin Laper tapi Ngg...
      • Berhenti Menjadi 'Normal'
    • ►  August (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  March (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  November (2)
    • ►  June (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  March (3)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (4)
    • ►  November (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (3)
    • ►  March (6)
    • ►  February (1)
    • ►  January (4)
  • ►  2012 (41)
    • ►  December (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (4)
    • ►  May (6)
    • ►  March (6)
    • ►  February (3)
    • ►  January (8)
  • ►  2011 (42)
    • ►  December (13)
    • ►  November (5)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (2)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  August (1)
    • ►  April (4)
    • ►  January (2)
  • ►  2009 (10)
    • ►  July (1)
    • ►  May (9)
  • ►  2008 (4)
    • ►  September (1)
    • ►  July (3)

Pageviews

Cuap-Cuap

Tweets by SevyKusdianita

Created with by ThemeXpose