Linkedin Instagram

Pages

  • Home
  • About
  • Contact

SEVY KUSDIANITA

let me tell you a story, about you and me falling in love deeply

Aku tidak pernah benar-benar sadar apa yang telah kau lakukan padaku semalam, atau malam-malam sebelumnya. Aku hanya tahu ada rasa nyeri di dadaku setiap pagi, saat kamu tiba-tiba hadir di pikiranku.
Rasanya seperti minum kopi yang sudah dingin, mual dan sangat asam. Lalu ada yang pecah dalam diri, berkeping-keping hingga susah dibedakan pasangannya.
Mengapa begitu sulit ketika kau ada? Dan rasanya mengapa lebih sulit lagi ketika kau berada di antah berantah?
ada yang telah mematahkanku sebelum kau ada, ada yang pernah membuatku berkeping-keping sebelum kau di duniaku.
ada toples berisi kepingan-kepinganku, ku simpan begitu rapat. tak pernah ku tunjukkan pada siapapun.
ah, tapi mengapa kau selalu memintaku menunjukkan kepingan-kepingan itu? apakah kau tidak takut pada darah? apakah kau tidak akan mual setelah melihatnya?
ruang patahku bukan tempatmu bermain. jika kau salah langkah kali ini, mungkin kau akan membuat patahan lagi. entah patahan untukku atau justru kau yang akan patah.
mari jabat tanganku, kompromi. supaya masing-masing dari kita tidak membuat patahan untuk satu sama lain.
July 18, 2012 No comments
'Aku percaya padamu'.
masih ingat kapan aku mengucapkannya padamu? masih ingat juga kah mengapa aku mengatakannya padamu?
aku masih mengingat kapan aku mengatakannya dan mengapa aku mengucapkannya. dan aku masih ingin tetap mengatakannya padamu.
aku percaya pada setiap kekuatan yang kau miliki untuk mengubah dunia
aku percaya pada setiap kekuatan yang kau miliki untuk meraih semua bintang itu.
aku percaya pada setiap cinta yang kau miliki untuk memeluk seluruh dunia.
aku percaya pada setiap percayamu padaku, untuk tetap percaya padamu.
hanya saja kali ini aku ingin menambahkan,
'jika yang lain tak percaya, asalkan kau percaya maka aku pun akan masih eksis.
jika yang lain tak percaya, begitu juga kau, maka aku akan seperti buih. ada lalu hilang tak berbekas
jika nanti percayaku pudar, namun kau masih percaya padaku, percayalah aku akan kembali'

July 18, 2012 No comments
Dear Sissy, congratulation...
Selamat ya untuk keberhasilanmu masuk kelas unggulan di salah satu sekolah favorit.
Selamat juga karena begitu aku mendaftarkan ulang dirimu, kamu akan resmi jadi murid SMP.
Satu langkah menuju kedewasaan, Sissy
Saya bangga padamu
Ayah juga bangga padamu
Ibu pun akan bangga padamu di alam sana
Sissy, aku percaya kamu akan menjadi dewasa dengan caramu. dan menjadi berguna dengan caramu pula.
Banggakan kami semua Sissy, lagi-lagi dengan caramu sendiri. Karena hanya dengan menjadi dirimu kami akan bangga padamu.
Aku mencintaimu, Sissy. Kami mencintaimu.
May 28, 2012 No comments


Untukmu aku berikan segala yang aku punya
Untukmu pula aku rela meletakkan beberapa mimpiku, hanya supaya aku bisa mendampingimu dan membuatmu menjadi perempuan dewasa yang mencintai Tuhanmu
Karenamu, untuk pertama kalinya aku ingin menjadi perempuan biasa. Perempuan yang mengabdi pada keluarganya, dan perempuan yang mendidik anak-anaknya sesuai dengan pinta Tuhan.
Karenamu pula, aku mengubah pandanganku tentang mimpi. Tentang apa yang seharusnya aku lakukan. Mimpi bukan tentang menjadi hebat, tapi mimpiku tentang memberi bahkan saat aku tidak dalam keadaan mampu secara materi atau fisik.
Hanya dengan disampingmu aku bisa menyediakan bahu dan pelukan yang kamu butuhkan. Dan hanya disampingmu aku bisa menguatkanmu untuk mendaki gunung bersama-sama, lalu mencapai puncak.
Untukmu, hanya untukmu.
May 16, 2012 1 comments
Siang itu, saya duduk di depan televisi bersama ayah saya. Ayah saya ini rambutnya sudah mulai memutih, dan binar matanya sudah tampak redup. Saya juga tahu mengapa ayah tampak begitu lebih tua dari usianya yang belum menginjak lima puluh. Ayah sedang mengalami banyak masalah, dan siang itu kami memilih untuk tidak membicarakan masalah Ayah ini.
Siang itu, ayah menceritakan kepada saya tentang pekerjaannya. Tentang bagaimana dunia kerja. Ayah memberitahu saya tentang hubungan yang akan terjadi di sebuah pekerjaan, konflik yang nantinya mungkin akan saya hadapi, dan persaingan apa yang menanti saya di depan. Saya terdiam lama sekali, sampai akhirnya saya bertanya,
"Nanti aku bakal jadi apa ya, Yah?"
Ayah saya menjawab, "Ya apa aja yang kamu suka,"
Saya mengerutkan kening mendengar jawaban beliau.
"Ayah sih ngga masalah kamu mau kerja di mana mbak," beliau melanjutkan. "Kalau kamu dapat beasiswa buat sekolah lagi pun, ayah ngga masalah."
Saya terdiam.
"Lakukan saja apa yang kamu suka, karena ayah itu percaya kalau kamu menyukai apa pun yang kamu kerjakan, kamu pasti bisa menghasilkan sesuatu yang baik bagi kamu, juga bagi apa yang kamu kerjakan. Ayah tahu kamu suka menulis, kamu suka buku. Jadi, menulislah, kalau kamu memang suka. Buat buku sesuai sama imajinasi dan kreatifitas kamu. Ayah kepengen baca buku tulisan kamu, mbak."
Saya hanya tersenyum kecil, menahan kaca yang ada di mata supaya tidak leleh menjadi air.
May 13, 2012 No comments

Saya rindu berbincang ditemani secangkir kopi asam milikku dan secangkir cokelat manis milikmu yang mulai dingin, sementara bincang kita tak ada tanda usai

Saya rindu percakapan intim ditemani seliter ice cream double dutch dirumahmu, kita duduk dilantai, masing-masing memegang sendok. Kamu berbicara tentang kekasihmu sementara saya mendengarnya, sesekali menepuk bahumu ketika kamu mulai menangis

Saya merindukan berbincang ditemani dua cangkir espresso double scoop favorit kita. Kamu bercerita tentang harimu dan rencana masa depanmu. Saya selalu bersemangat mendengarnya.

Saya rindu percakapan ditemani dua gelas susu hangat, kadang gerimis kecil. Kamu sedang lelah hari itu, segelas susu dan berbincang bisa menghilangkan lelahmu. Saya senang, pernah menjadi bagian dari itu.

Saya rindu tawa yang menyelingi makan malam kita. Waktu itu meja penuh dengan makanan membahana. Dan kamu menikmatinya.

Saya rindu. Titik. 
May 08, 2012 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me




a wanderer, in a past time and to the future
a reader, who suddenly stop to laughing or crying
once an editor, who loves to read so much


Blog Archive

  • ▼  2018 (4)
    • ▼  September (2)
      • Aruna dan Lidahnya: Film yang Bikin Laper tapi Ngg...
      • Berhenti Menjadi 'Normal'
    • ►  August (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  March (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  November (2)
    • ►  June (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  March (3)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (4)
    • ►  November (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (3)
    • ►  March (6)
    • ►  February (1)
    • ►  January (4)
  • ►  2012 (41)
    • ►  December (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (4)
    • ►  May (6)
    • ►  March (6)
    • ►  February (3)
    • ►  January (8)
  • ►  2011 (42)
    • ►  December (13)
    • ►  November (5)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (2)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  August (1)
    • ►  April (4)
    • ►  January (2)
  • ►  2009 (10)
    • ►  July (1)
    • ►  May (9)
  • ►  2008 (4)
    • ►  September (1)
    • ►  July (3)

Pageviews

Cuap-Cuap

Tweets by SevyKusdianita

Created with by ThemeXpose