Linkedin Instagram

Pages

  • Home
  • About
  • Contact

SEVY KUSDIANITA

let me tell you a story, about you and me falling in love deeply

For My Dearest Beautiful Sister

Aku masih ingat betul ketika aku memandang wajah pra-remajamu yang cantik, polos, dan penuh energi, kau yang berumur sebelas tahun, yang membuatku gemetar membayangkan apa yang akan terjadi padamu dan apa yang akan kau alami ketika kau menginjak remaja nanti. Mungkin aku sedang mencoba menghidupkan kembali masa remajaku melalui dirimu, Sayang. Saat itu keluarga kita adalah keluarga yang sangat bahagia dan aku dipenuhi kebanggaan menjadi seorang remaja yang penuh energi. Saat itu semuanya sempurna bagiku, keluarga yang bahagia, seseorang yang mulai kucintai, dan teman-teman yang sangat luar biasa. Tapi kumohon, jangan bayangkan itu adalah hal yang menyenangkan. Karena sesungguhnya banyak hal yang terjadi pada diriku saat itu. Hantaman keras yang ditujukan padaku selalu datang setiap kali aku melangkah.
Aku menulis ini karena ingin jujur kepadamu, My Little Sister. Aku ingin ketika kau membaca ini, maka dalam benakmu akan berkata “Aku tidak pernah melakukan kesalahan itu, dan tak akan pernah melakukannya.” Aku menuliskan semua rangkuman kesalahan-kesalahan, penderitaan-penderitaan, serta kebahagian-kebahagiaan yang pernah aku alami supaya kau mengerti apa yang aku rasakan saat itu dan kumohon berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan pernah melakukan kesalahan yang sama denganku. Pada saat itu aku memilih dunia menelanku bulat-bulat daripada mengizinkanku hidup dengan perasaan utuh yang tersisa.
Jadi, entah bagaimana aku ingin sekali menghidupkan kembali masa laluku sebagai remaja yang utuh dan membantuku menemukan kata-kata yang akan memberimu perisai atau perlindungan saat semua yang ada di sekitarmu menghujammu dengan kejam, dan aku yakin kau pasti akan menerima hujaman itu. Aku ingin menemukan ramuan yang akan membuatmu melihat dan percaya bahwa sesungguhnya kau adalah gadis yang luar biasa dan kuat. Sehingga ketika kau pertama kali patah hati hingga kau meragukan cinta yang lain, tapi aku tetap ingin kau yakin akan cinta yang kau miliki untuk dirimu sendiri, dan percayalah padaku bahwa semua hal buruk yang akan kau alami nanti tidak akan membuatmu jatuh tersungkur, tetapi semua itu akan membuatmu semakin kuat sebagai seorang gadis remaja.
Aku ingin kau menyadari bahwa sesungguhnya kau sangat cantik sebagai seorang wanita, dan aku ingin kau tidak gentar menghadapi pria atau pemuda bahkan dunia yang berusaha meyakinkanmu bahwa kau memiliki kedudukan yang lebih rendah dari mereka atau dunia. Percayalah, Sayang, kau tidak pernah berada di kedudukan itu.
Aku ingin sekali menunjukkan padamu bagaimana caranya memuja sebuah tempat di mana kau menyimpan pikiran dan jiwamu, sebagai sebuah permata yang kau hormati dan kau junjung tinggi, yaitu dirimu. Dan ingatlah, ketika ada yang ingin mendekati tempat itu, yang sepenuhnya milikmu, adalah pilihanmu sendiri. Dan pastikan tidak ada yang berupaya meyakinkanmu untuk mengubahnya sejengkal pun. Dan hatimu, di mana kau menyimpan sejuta cinta dan harapan, jangan kau biarkan di isi oleh rasa takut kecuali takut kepada Tuhanmu. Karena aku tahu dengan pasti, bahwa rasa takut hanya akan menggerogotimu, mematikan cahaya di cakrawala duniamu, memaksamu turun dari tangga pelangi yang kau bangun sendiri, dan yang paling parah adalah mematikan api jiwamu. Kemudian yang akan selalu kuharapkan darimu adalah berjalanlah dengan langkah mantap tanpa ragu, tegakkan kepalamu, dan hadapi semua yang mencoba menjatuhkanmu. Keyakinan akan dirimu dan keyakinan akan Tuhanmu adalah senjata paling ampuh untuk melangkah menjalani hidup.
Adek, teman-temanmu akan menguji akal sehatmu. Kau akan bertanya pada dirimu sendiri apakah kau sudah menentukan pilihan yang benar dan bijak. Disinilah mereka akan mengujimu, beberapa dari mereka akan menyeretmu ke pilihan yang paling tidak bijak dan beberapa yang lain akan mencoba membantumu menentukan pilihan bijaksanamu. Dan satu hal yang perlu kau ingat, ketika kau memilih, pilihlah dengan cermat dan jangan biarkan siapapun mengintimidasimu hanya karena kau takut berjalan sendirian. Perlu kau ketahui, nantinya kau akan dikelilingi oleh orang-orang yang tidak tertarik dengan persahabatan sejati. Dan mereka inilah yang mematikan jiwa dan melelahkan. Saranku adalah berjalan sendiri lebih punya harga diri. Kesepian adalah apa yang akan kau rasakan jika membangun persahabatan berdasarkan keinginan untuk menjadi orang lain.
Akan selalu ada orang yang berbeda dengan dirimu, mereka akan keluar dan masuk dalam hidupmu. Mereka ini adalah contoh bagi dirimu untuk menentukan jati dirimu. Ada orang yang baik hati, ada pula yang seperti malaikat dalam selubung penyamaran seorang bocah cilik, ada pula orang yang seperti Shadow Man dalam cerita Princess and the Frog, ada pula yang benar-benar seperti iblis. Lalu pertanyaanku, manakah yang akan kau pilih? Apapun yang kau pilih nanti, aku hanya berharap kau memilih menjadi dirimu sendiri.
My Dearest Sister, akan tiba saatnya ketika kau naksir seorang pemuda. Saat itu aku akan melihatmu berubah dari gadis cilik menjadi remaja yang cantik. Karena sampai sekarang pun aku masih yakin saat seorang gadis jatuh cinta dia akan terlihat semakin cantik, namun bukan karena dia selalu berusaha tampil cantik dihadapan pemuda yang disukainya tetapi karena kekuatan cintalah yang membuatnya semakin cantik. Namun, Sayang, kau harus bisa mengendalikan hatimu dan dirimu. Jangan biarkan cinta membutakan segala hal yang kau yakini sebelumnya. Cintailah orang yang mencintai hatimu, terlebih mencintai kekuranganmu. Jangan biarkan hatimu mencintai sesorang yang hanya melihat kelebihanmu, kecantikan parasmu, ataupun kemolekan tubuhmu. Karena itu akan membawamu kepada cinta yang salah. Cintailah pemuda karena Illah. Cintai pemuda yang membawamu kepada kebaikan. Cintai pemuda yang juga mencintai Tuhanmu.
My Dear, kau tumbuh dalam keadaan yang berbeda dengan saat aku tumbuh. Kau tumbuh ketika Bunda sudah tidak bersama kita lagi, dan Ayah berjuang menjadi orang tua tunggal bagi kita. Sayang, aku sangat menyesal akan kejadian ini. Tak seharusnya kau tumbuh dalam keadaan seperti ini. Karena hal ini hanya akan memaksamu untuk dewasa lebih cepat. Adikku Sayang, ku mohon maafkan aku karena secara tidak langsung memintamu untuk menjadi dewasa lebih cepat. Maafkan aku.
Sayang, ku mohon dalam setiap langkahmu aku ingin kau mengingat Ayah dan Bunda. Lakukan apa pun untuk selalu membuat mereka bangga memiliki dirimu, terutama banyaklah berdoa untuk Bunda supaya beliau bisa tersenyum melihatmu di alam sana. Adek, dalam keadaan apa pun jangan biarkan dirimu merasa sendiri karena meskipun Bunda telah tiada, tetapi semangatnya dan semua yang diajarkannya padamu akan selalu bersamamu sampai kapan pun. Ku mohon, lakukan semuanya yang pernah diajarkan Bunda padamu.
Adekku sayang, jangan pernah meninggalkan Allah SWT barang sedetikpun. Karena sedetik kau meninggalkanNya, maka kau akan sulit mendekatinNya lagi. Percayalah, bahwa Allah SWT akan selalu bersamamu, dan menjaga semua tingkah lakumu serta hatimu.
Sweetheart, aku bukan manusia sempurna. Aku juga bukan kakak yang sempurna untukmu. Tetapi aku hanya ingin menjadi kakak yang baik untukmu. Aku minta maaf jika aku banyak melakukan kesalahan di sana-sini saat menjadi contoh bagimu. Aku cacat sebagai kakakmu.
Adikku Sayang, kau akan medapat luka saat menjalani hari-harimu sebagai remaja. Dan ku mohon jangan jadikan luka itu sebagai alasan untuk berhenti atau mundur. Yang harus kau lakukan adalah membalut lukamu dengan keyakinan atas diri sendiri dan kekuatan hatimu. Aku ingin kau menjadi gadis remaja yang hebat meskipun kau pernah jatuh. Dan percayalah selalu bahwa aku akan selalu mengulurkan tangan saat kau jatuh. Jangan pernah takut, percayalah bahwa kau memiliki kecantikan tersendiri yang kau pancarkan dari dirimu.

Yang selalu mencintaimu
Kakak
September 30, 2011 No comments
pagi ini aku melihat kalender di ponselku. tersenyum begitu melihat ternyata begitu cepat angka-angka di kalender itu bergulir. sekarang sudah akhir bulan dan akan memasuki awal. Juli bergulir begitu cepat, dan begitu cepat juga waktu memisahkan aku dan kamu. Tapi tidak, tentu saja aku tidak akan menulis tentang aku atau kamu di halaman ini. Setidaknya, bukan hari ini.
Aku hanya menyadari, sudah lama sekali aku tidak menulis. Menuliskan tentang aku, kamu, dan mereka. Dan celakanya, aku mulai lupa beberapa peristiwa atau pemikiran yang lewat di kehidupanku selama sebulan. Aku hanya ingat beberapa.
Aku ingat, betapa aku mulai melupakan perasaan apa pun yang aku rasakan tentang kamu. Betapa aku mulai mengubah arah, yang awalnya menuju dirimu tapi aku berbalik dan mulai menjauh. 
Aku ingat, betapa aku sangat merindukan ibuku. Ramadhan sebentar lagi, dan aku tidak bisa membayangkan bagaimana Ramadhan kali ini tanpanya. Hal ini cukup membuatku menghela napas berkali-kali dalam satu jam.

Ada beberapa hal menyenangkan terjadi pada bulan ini juga. Aku mulai magang dan mendapatkan pelajaran-pelajaran baru. Menyenangkan rasanya.
Jalan-jalan ke Bandung, mengunjungi kakak tercinta menjadi agenda Juli ini.

Bersyukur masih dipertemukan dengan Juli. Selamat datang Ramadhan, selamat datang Agustus.
July 29, 2011 No comments
Apakah kau pernah ingin menanyakan kepadaku tentang bahagia? Apakah kau ingin merasakan bahagia? Apakah kau ingin menunjukkan apa itu bahagia dan bagaimana itu bahagia? Apakah kau pernah menentukan parameter bahagia? Aku yakin kau pernah menulis daftar-daftar tentang apa saja yang membuatmu bahagia dan aku yakin kau ingin sekali meraihnya.

Tapi tunggulah sejenak, pernahkah kau berpikir tentang hidup yang tak kau inginkan? Kau tahu, aku memikirkan itu setiap hari. Aku berpikir tentang hal-hal yang tidak kuinginkan dalam hidupku, yang membuat sebagian orang lain tidak merasa 'bahagia'. Seseorang pernah berkata padaku bahwa bahagia adalah pilihan, dan terluka juga merupakan pilihan. Tapi aku tentu saja memiliki pandangan lain tentang bahagia.

Bagiku, bahagia bukan lah mendapatkan hal terhebat. Bukan menjadi orang hebat yang mampu mengubah dunia. Bukan menjadi orang hebat yang dapat menginspirasi banyak orang. Bukan menjadi orang hebat yang ada dijajaran tahta. Bukan memiliki istana semegah Buckingham Palace. Bukan menjadi orang yang memiliki pekerjaan hebat. Dan bukan menjadi orang suci dalam agama.

Tidak, sesungguhnya aku tidak ingin menjadi seperti itu. Tidak ingin menjadi orang hebat. Tidak ingin memiliki istana ataupun tahta. Tidak ingin menginspirasi banyak orang. Karena aku memiliki parameter bahagia sendiri. Aku tahu apa yang aku inginkan.

Aku ingin menjalani hidup dengan baik. Menjalani hidup dengan rasa cinta yang tak terbatas. Ingin menjadi orang yang selalu peduli. Ingin menjadi orang yang selalu merendah. Dan ingin menjadi orang yang selalu bisa mengulurkan tangan ketika ada yang memerlukan, memeluk ketika ada yang perlu untuk dikuatkan, dan mendengar ketika ada yang ingin di dengar. Terlebih lagi, ingin menjadi orang yang selalu bersyukur. Karena aku tahu, bahwa aku begitu dicintai. Bahwa aku selalu mendapatkan yang terbaik dalam hidupku.

Aku akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia ketika aku mampu melakukan itu semua. Ketika aku mampu mencintai sepenuh hatiku. Aku bahagia.

Lalu bagaimana jika aku terluka? Itukah yang ingin kau tanyakan selanjutnya? Tenang saja, aku akan terluka ketika hatiku mengijinkan untuk terluka. Aku akan terluka ketika aku dikecewakan, dan itu pasti. Bagaimana aku mengatasinya? Percayalah, aku mampu mengatasinya. Karena aku sudah berpengalaman tentang itu. Jangan khawatirkan aku.

Bahagialah bersamaku, kawan. Dan jangan khawatirkan apapun. Bahagialah bersamaku.
June 19, 2011 No comments
In your light I learn how to love.
In your beauty, how to make poems.
You dance inside my chest,
where no one sees you,
but sometimes I do,
and that sight becomes this art. (1)





how very close
is your soul with mine
i know for sure
everything you think
goes through my mind

i am with you
now and doomsday
not like a host
caring for you
at a feast alone

with you i am happy
all the times
the time i offer my life
or the time
you gift me your love

offering my life
is a profitable venture
each life i give
you pay in turn
a hundred lives again

in this house
there are a thousand
dead and still souls
making you stay
as this will be yours

a handful of earth
cries aloud
i used to be hair or
i used to be bones

and just the moment
when you are all confused
leaps forth a voice
hold me close
i'm love and
i'm always yours (2)


Never be without rememberance of Him,
for His rememberance
gives strength and wings
to the bird of the Spirit.
If that objective of yours
is fully realized, that is
"Light upon Light"...

...But at the very least, by
practicing God's rememberance
your inner being
will be illuminated
little by little and
you will achieve
some measure of detachment
from the world. (3)



Joyful the moment when we sat in the bower, Thou and I;
In two forms and with two faces - with one soul, Thou and I.

The colour of the garden and the song of the birds give the elixir of immortality
The instant we come into the orchard, Thou and I.

The stars of Heaven come out to look upon us -
We shall show the moon herself to them, Thou and I.

Thou and I, with no 'Thou' or 'I', shall become one through our tasting;
Happy, safe from idle talking, Thou and I.

The spirited parrots of heaven will envy us -
Wen we shall laugh in such a way, Thou and I.

This is stranger, that Thou and I, in this corner here...
Are both in one breath here and there - Thou and I. (4)
June 19, 2011 No comments


Aku tak penah tahu sebabnya mengapa malam ini begitu dingin dan membosankan. Hingga aku memutuskan menulis untuk mematahkan rasa bosan itu. Ya, menulis lagi. Tapi kali ini aku memutuskan menulis sesuatu yang benar, benar menurutku, tentu saja. :D
Well, kalian tahu permainan bernama puzzle? Kalian pernah memainkannya? Bagaimana rasanya ketika memainkan permainan tersebut? Menyenangkan? Pusing? Penasaran? Sedih? Marah karena tiap keping yang kau ambil tidak cocok?
Ya, begitulah bermain puzzle. Kau harus sabar menyusun setiap kepingnya. Sama seperti hidup.
Tapi tunggu dulu, aku tidak akan menganalogikan kehidupan dengan puzzle. Tapi aku akan menganalogikan satu babak kehidupan itu seperti bermain puzzle. Hampir sama memang, tapi tidak sama.
Satu babak kehidupan itu memiliki kepingan-kepingan yang harus disusun. Kepingan-kepingan itu acak, memiliki bentuk yang berbeda, dan masing-masingnya unik. Satu babak, hanya satu babak.
Dalam satu babak itu mungkin kita mengalami babak di mana kita harus menghadapi kesulitan menyusun puzzlenya. Mungkin kita penasaran akan apa yang dimaksudkan Tuhan kepada kita dengan babak yang harus kita jalani itu. Mungkin kita marah dalam menyusun kepingan-kepingannya, karena berkali-kali kita mengambil satu keping tapi ternyata tidak cocok dengan pola yang ada di papan puzzle. Mungkin kita terluka ketika ada yang mengacak-acak puzzle yang hampir tersusun sempurna. Dan pada akhirnya kita akan bersyukur ketika puzzle itu tersusun dengan sempurna.
Sama seperti satu babak itu. Ada rasa sedih yang menyelimuti, marah, hingga terluka yang mampu membuat kita jatuh tersungkur. Sama seperti hidupku, yang setiap babaknya aku menyusun puzzle satu babak itu. Demi mengetahui maksud Tuhan kepada setiap ujian yang aku jalani. Namun pada akhirnya aku bersyukur meskipun gambar yang aku lihat di puzzle itu bukan sesuai dengan harapanku. Namun setidaknya, aku telah berusaha menyusunnya.
Kehidupan dalam satu babak itu sederhana, hanya harus memilih kepingan mana yang harus kau letakkan dalam papan puzzle itu. Kepingan yang tak selalu cocok, namun yang penting adalah tidak menyesali keputusan untuk mengambil kepingan itu, karena setidaknya kau sudah mencoba mencocokannya.
Kehidupan dalam satu babak terlalu berharga untuk disia-siakan dengan terkubur dalam perasaan terluka, dan terlalu berharga untuk dibuang sia-sia dengan kemarahan tiada batas. Hidup yang berharga harus senantiasa disyukuri untuk menatap babak lain yang sudah dipersiapkan.
May 08, 2011 No comments


Aku mungkin tak pernah tahu bahwa akan ada yang berbeda tentang kamu
Tentang aku, dan tentang kita
Aku mungkin tak pernah tahu awalnya bahwa kau menjadi istimewa
Istimewa karena kau ada, meski pada nyatanya kau masih menjadi angin yang tak pernah bisa kulihat namun ku rasa.
Untukmu, hanya sekedar tahu.
Demi segala rasa yang kau pendam untuk aku
Demi segala pedulimu untukku, hanya untuk memastikan aku baik-baik saja
Demi segala pedulimu yang tak pernah mau kau tunjukkan padaku, meski pada akhirnya aku tahu
Untuk memahamiku meski tidak pernah ku minta
Untuk mengerti tentang aku meski tak pernah aku bisa mengerti tentang kamu
Untuk hal-hal kecil yang selalu kau ingat, meskipun itu adalah hal sepele yang aku katakan padamu
Untuk mendengar
Untuk memperhatikanku dengan diam-diam, menjaga agar aku tak tahu
Untuk jatuh cinta padaku
Untuk menulis tentang aku di buku harianmu
Untuk senyummu
Untuk memaafkanku atas semua luka yang kuberikan
Aku tak pernah tahu bagaimana menjagamu, atau perasaanmu.
Aku tak pernah tahu bagaimana berterima kasih padamu
Dan aku tak pernah tahu bahwa kau adalah hal pertama yang kuingat setiap harinya dalam hidupku.
Terima kasih, karena menjadi istimewa tanpa pernah menjadikan dirimu istimewa.
May 08, 2011 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me




a wanderer, in a past time and to the future
a reader, who suddenly stop to laughing or crying
once an editor, who loves to read so much


Blog Archive

  • ▼  2018 (4)
    • ▼  September (2)
      • Aruna dan Lidahnya: Film yang Bikin Laper tapi Ngg...
      • Berhenti Menjadi 'Normal'
    • ►  August (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  March (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  November (2)
    • ►  June (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  March (3)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (4)
    • ►  November (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (3)
    • ►  March (6)
    • ►  February (1)
    • ►  January (4)
  • ►  2012 (41)
    • ►  December (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (4)
    • ►  May (6)
    • ►  March (6)
    • ►  February (3)
    • ►  January (8)
  • ►  2011 (42)
    • ►  December (13)
    • ►  November (5)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (2)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  August (1)
    • ►  April (4)
    • ►  January (2)
  • ►  2009 (10)
    • ►  July (1)
    • ►  May (9)
  • ►  2008 (4)
    • ►  September (1)
    • ►  July (3)

Pageviews

Cuap-Cuap

Tweets by SevyKusdianita

Created with by ThemeXpose