Linkedin Instagram

Pages

  • Home
  • About
  • Contact

SEVY KUSDIANITA

let me tell you a story, about you and me falling in love deeply

Siang ini hujan mengguyur kotaku, apakah hujan juga turun di kotamu?
Aku merindukan duduk bersandar padamu di sofa kesayangan rumah kita, yang sengaja kamu letakkan menghadap jendela. Supaya aku bisa menikmati matahari ketika cerah dan supaya kita bisa menikmati hujan bersama, katamu.
Tunggu sebentar lagi, Sayang. Tulismu di pesan singkat yang kuterima tadi pagi.
Ya, aku menunggumu.
April 27, 2014 No comments
Saya tidak akan pernah gagal.
Kalimat itu sudah pernah saya katakan, dan akan saya penuhi. Saya tidak akan pernah gagal.

Ada yang pernah mengatakan bahwa keburukan tidak bisa dibalas dengan keburukan, hanya kebaikan yang bisa dijadikan balas dendam paling sempurna. Tetapi yang saya ketahui, tidak semua orang bisa melakukannya. Mereka yang bisa melakukannya adalah pahlawan sejati bagi saya. Saya ingin jadi salah satunya. Ini janji saya.
Banyak orang yang menyakiti hadir dalam kehidupan, tapi banyak pula orang yang selalu berbuat kebaikan. Keduanya selalu seimbang. Saya tidak akan membicarakan berapa banyak orang yang menyakiti saya selama saya hidup, karena saya yakin jumlahnya akan bertambah banyak seiring dengan umur saya yang bertambah. Saya juga tidak akan membicarakan berapa banyak orang baik yang hadir dalam kehidupan saya, karena jumlahnya juga pasti bertambah setiap harinya. Saya hanya akan membicarakan pilihan-pilihan yang bisa saya buat untuk menjalani kehidupan saya.
Ada beberapa orang yang datang hanya karena mereka membutuhkan, saya senang, karena ternyata hidup saya bermanfaat bagi orang lain. Tetapi ketika saya membutuhkan, mereka menghilang atau bahkan berpura-pura sibuk. Saya tidak keberatan dengan hal itu, semua manusia punya prioritasnya masing-masing. Saya pikir, saya bukan termasuk dalam prioritas mereka, itu saja.
Ada beberapa orang yang terang-terangan melukai saya. Apakah saya membalasnya? Saya rasa, saya tidak sanggup melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka lakukan. Mungkin ada orang lain yang bisa melakukannya. Tapi tidak dengan saya.
Saya berjanji pada diri sendiri, bahwa saya akan menunjukkan bahwa saya tidak akan pernah gagal dalam memberi. Ada banyak orang yang baik kepada saya, berbuat baik kepada orang lain bahkan kepada yang melukai saya adalah cara terbaik untuk membalas kebaikan yang diberikan Tuhan kepada saya.

Saya berjanji,
April 24, 2014 No comments
Jika cinta itu selalu tentang berbalas, maka apa makna memberi?
April 24, 2014 No comments
Dear sissy,

Ini kali kedua aku menulis untukmu, dan kali kedua pula memberi tahu padamu tentang apa yang ku rasa. Kau kenal betul siapa aku dan bagaimana diriku. Aku tidak pandai mengungkapkan apa pun kepadamu secara langsung. Aku hanya bisa menulis. Kali ini pun aku menulis padamu.
Maafkan aku, sissy. Maafkan aku.
Aku tidak pernah bisa menjadi kakak perempuan yang baik untukmu. Terlalu banyak lubang yang ku buat, dan terlalu banyak celah yang ku lewatkan. Aku buruk untuk ukuran kakak perempuan. Sangat buruk.
Aku selalu merasa bersalah ketika kau mendapatkan undangan santunan anak yatim, atau ketika kau mendapatkan jatah beras zakat sebagai anak yatim. I feel so bad about it. Tetapi itu sesuatu yang tak bisa ku ubah dan sesuatu yang tak bisa ku kendalikan. Aku tahu, kau pun juga sangat paham tentang aturan santunan itu di keyakinan kita. I just feel so bad.
Ketika ayah memutuskan untuk menikah lagi, dan kita mendapat anggota keluarga baru, aku berharap kau tidak lagi mendapatkan itu. Karena aku tahu, ada banyak yang lebih berhak mendapatkannya daripada kita.

Maafkan aku, sissy. Maafkan aku.
Aku mungkin bisa mengajarimu menjadi perempuan yang kuat. Tetapi aku tidak pandai mengajarimu tentang cinta. Aku tidak pandai jatuh cinta, sissy.
Semua orang menjadi bodoh ketika jatuh cinta, aku pun begitu. Aku pernah mencintai pria yang salah, dan saat ini pun aku mencintai pria yang salah. Namun aku tidak bisa menghindari perasaan itu. Aku hanya bisa mengendalikan pilihan-pilihanku terhadapnya. Aku memilih mencintainya, tetapi aku memilih untuk tidak bersamanya saat ini.
Kau bingung. Tentu saja kau bingung dengan apa yang menjadi keputusanku. Kau tahu, dunia orang dewasa terlalu membingungkan, bahkan untukku. Kau memilih hal yang bertolak belakang dengan hatimu.
Kau mengatakan padaku, kenapa aku tidak bisa mencintai saja? kenapa aku tidak memperjuangkannya? Cinta memang sederhana, namun ia dibungkus oleh pilihan-pilihan yang rumit. Namun ketahuilah, cinta yang membuat aku seperti sekarang. Menguatkan dan memberi keberanian menentukan pilihan hidup.

Maafkan aku sekali lagi
Aku tidak pernah bisa berada di dekatmu, di waktu-waktu terpenting dalam hidupmu. Kau akan memahami alasannya, ketika kau berada di posisiku nanti. Aku ingin kau menjadi perempuan yang lebih daripada diriku. Aku ingin kau menjadi perempuan cantik, berani, dan penuh cinta dihatinya.

Sissy,
ada satu hal yang ingin sekali kulakukan bersamamu. Aku ingin melakukan perjalanan bersamamu. Menapakkan kaki di tempat asing. Menghirup udara yang berbeda. Mencicip rasa yang tak sama. Aku ingin keliling dun
April 08, 2014 No comments
Saya baru saja membuat garis batas. Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk saya sendiri

Sebuah garis, sebuah batas. Berharap bisa melindungi dari segala macam yang bisa menghancurkan.
Bukannya saya takut tantangan, Mulia. Saya hanya tak ingin menghabiskan tenaga saya untuk meladeni mereka yang tak menghargai saya sebagai manusia.
Saya tahu saya salah, Mulia. Saya meminta maaf untuk salah saya. Mulia pun akan memaafkan saya, bukan?

Sebuah garis, sebuah batas. Saya lelah melompat.
Berjalanlah, saya dengar Mulia mengatakan itu pada saya. Menjadi kuat bukan berarti tak pernah terluka. Saya memberanikan diri terluka. Hanya saja kadang, saya tak ingin terluka di tempat yang sama dengan sebab yang sama. Saya bodoh jika saya membiarkan itu terjadi. Bukan begitu, Mulia?

Sebuah garis, sebuah batas. Saya mengambil arah lain.
Bijakkah, Mulia? Bolehkan saya mengambil arah lain? Padahal saya pernah berjanji untuk tetap berada di tempat saya. Tapi saya mulai lelah, tempat itu mulai tak nyaman. Mulai membuat saya sakit di tempat yang sama. Saya akan pergi, Mulia. Sejauh-jauhnya pun tak masalah, asalkan Mulia ada di samping saya. Itu sudah cukup.

Sebuah garis, sebuah batas. Saya hanya punya Mulia.
March 22, 2014 No comments
Dear Kamu,
Kamu pernah menanyakan padaku bagaimana rupa cinta. Aku tidak langsung menjawabnya pada saat itu, hanya kerutan kening dan kerucut bibir yang ku berikan padamu sebagai jawaban.
Kamu pernah bertanya padaku bagaimana rupa rindu. Lagi-lagi aku berpikir keras, jawaban apa yang bisa ku berikan padamu.
Kamu pernah bertanya padaku, bagaimana kalau kau jatuh cinta padaku. Aku hanya bisa tertawa keras-keras mendengar pertanyaanmu itu.

Dear Kamu,
Aku tidak tahu persis bagaimana rupa cinta.
Aku hanya tahu, aku merasa cukup ketika melihatmu, wahai lelaki yang tak suka kopi.
Aku hanya tahu, aku suka berbicara denganmu. Berjam-jam duduk, menatap mataku, sesekali cemburu kepada kakak lelakiku, dan sering tertawa bersamaku.
Aku hanya tahu, aku suka melihatmu membaca. Wajah serius dengan bibir mengerucut itu selalu ingin membuatku menciummu, menginterupsi apa pun yang sedang kau baca.

Dear Kamu,
Aku tidak tahu persis bagaimana rupa rindu.
Ketika kau tidak di dekatku, hatiku sakit. Mendengar suaramu dari kejauhan, menyeruakkan kenangan hari-hari hangat bersamamu. Aku pernah mengatakan padamu, bahwa aku selalu ingin berkemas lalu naik kereta paling awal untuk sampai di kotamu dengan cepat.

Dear Kamu,
Kamu pernah bertanya padaku, bagaimana kalau kau jatuh cinta padaku. Then, love me if you dare.

March 20, 2014 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me




a wanderer, in a past time and to the future
a reader, who suddenly stop to laughing or crying
once an editor, who loves to read so much


Blog Archive

  • ▼  2018 (4)
    • ▼  September (2)
      • Aruna dan Lidahnya: Film yang Bikin Laper tapi Ngg...
      • Berhenti Menjadi 'Normal'
    • ►  August (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  March (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  November (2)
    • ►  June (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  March (3)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (4)
    • ►  November (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (3)
    • ►  March (6)
    • ►  February (1)
    • ►  January (4)
  • ►  2012 (41)
    • ►  December (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (4)
    • ►  May (6)
    • ►  March (6)
    • ►  February (3)
    • ►  January (8)
  • ►  2011 (42)
    • ►  December (13)
    • ►  November (5)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (2)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  August (1)
    • ►  April (4)
    • ►  January (2)
  • ►  2009 (10)
    • ►  July (1)
    • ►  May (9)
  • ►  2008 (4)
    • ►  September (1)
    • ►  July (3)

Pageviews

Cuap-Cuap

Tweets by SevyKusdianita

Created with by ThemeXpose